Sekarangteknologi berkembang pesat,maka produk Indonesia harus. - 27836588 nindaauliavega nindaauliavega 26.03.2020 IPS Sekolah Menengah Pertama terjawab Sekarang teknologi berkembang pesat,maka produk Indonesia harus. a. diminati oleh bangsa sendiri saja b. ditunjukkan ke negara lain yang suka kepada Indonesia
Perkembanganekonomi memang akan terus memicu munculnya banyak produk bisnis yang berkembang di dunia. Startup menjadi salah satu jenis usaha yang bisa dikatakan sebagai inovasi dalam dunia ekonomi. Startup muncul sebagai pilihan usaha yang berbeda dengan kebanyakan usaha dalam dunia ekonomi konvensional.
Caripekerjaan yang berkaitan dengan Free non profit project templates atau merekrut di pasar freelancing terbesar di dunia dengan 21j+ pekerjaan. Gratis mendaftar dan menawar pekerjaan.
Sekarangini, bank syariah di Indonesia sudah berkembang pesat dan sudah tersebar luas ke seluruh daerah. Bahkan tidak sedikit bank umum konvensional di Indonesia yang sekarang ini menawarkan pelayanan berbasis sistem syariah sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Jadi, masyarakat juga dapat memperoleh pelayanan syariah di perbankan umum
PerkembanganFintech (Financial Technology) Jadi Perhatian Khusus Bank IndonesiaFinancial technology (Fintech) yang sedang berkembang dengan pesat ini menjadi perhatian khusus bagi Bank Indonesia (BI) yang berperan sebagai regulator.. Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Pungky P. Wibowo mengatakan salah satu tugas BI adalah melakukan pengawasan dalam sistem
Padazaman sekarang perkembangan teknologi dunia digital sangat berkembang pesat. Dengan kemajuan teknologi ini, tentunya terdapat kelebihan dan kekurangan bagi setiap individu yang memanfaatkannya. Dalam kemajuan teknologi ini, semakin hari semakin cepat, yang dapat membuat banyak perusahaan terhadap sebuah negara berkembang, dan terdapat
BandingkanProduk Kartu Kredit Terbaik! 1. Awal Mula Didirikannya Bisnis Indomaret. Setiap bisnis atau perusahaan besar saat ini tentu dimulai dari titik terkecil, tak terkecuali dengan Indomaret. Untuk bisa berkembang pesat hingga seperti sekarang, Indomaret awalnya hanyalah sebuah toko biasa.
Dilansirdari Ensiklopedia, sekarang teknologi berkembang pesat, maka produk indonesia harus Mampu bersaing dengan negara lain. Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. Mampu bersaing dengan negara lain adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google.
Teknologiberkembang sangat pesat akhir - akhir ini, khususnya dalam bidang teknologi informasi. Seiring semakin pesatnya kemajuan teknologi, teknologi informasi tidak lagi dianggap sebagai barang aneh dan langka. Sekarang, teknologi informasi banyak digunakan oleh masyarakat untuk mendukung dan memajukan kinerja mereka sehari - hari.
Perusahaanyang Berkembang Pesat. Sumber Gambar : Pixabay. Selama Pandemi Pemungutan Pajak Digital Mampu setarakan keuntungan Negara ASEAN, Sekarang Pajak Bisnis Digital E-Commerce telah di perketat dari Thailand sampai Indonesia, Dikarenakan Pandemi Membuat Perusahaan Berkembang Pesat. Perkumpulan Pemerintah di seluruh Asia Tenggara bergerak
Dewasaini bisnis online di Indonesia sangat berkembang pesat dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Mungkin hal ini terjadi karena berkembangnya juga teknologi internet di Indonesia dan ditambah dengan pengguna internet yang mengakses dari gadgetnya masing-masing. Karena perkembangan inilah yang membuat bisnis online ramai dilakukan di Indonesia. Dari yang menjual barang hingga jasa
Telegraf Jakarta - Saat ini terhitung terdapat lebih dari 230 startup hadir di Indonesia dan 4 di antaranya merupakan startup unicorn, dengan nilai investasi sebesar US$ 1,6- 2,8 juta. Perkembangan ini tidak lepas dari meningkatnya kebutuhan gaya hidup digital masyarakat Indonesia. Kenaikan juga terjadi di sektor pengguna internet, tercatat pada tahun 2017 kemarin sebanyak 132,7 []
6 Kemampuan Teknologi Rendah. Sekarang ini, teknologi sudah berkembang dengan sangat pesat dan jelas berpengaruh dalam banyak hal termasuk juga pada pelaku UKM. Perkembangan teknologi, internet dan juga sistem pengelolaan usaha semakin modern sehingga akan banyak orang yang menggunakannya.
Apalagi produk-produk tersebut begitu mudah ditemukan di tengah masyarakat. Mulai dari toko-toko di pasar hingga mall besar. Data PT Paragon Technology and Innovation -perusahaan yang memproduksi ketiga brand itu, mengungkap, grup ini berkembang 16 kali lipat sejak 2010. Bahkan dalam data tersebut diklaim, rata-rata lima produk terjual per
Sebenarnya bukan tanpa alasan mengapa berbagai bisnis startup di Indonesia bisa berkembang dengan pesat dan sukses. Nah, untuk Anda yang sedang tertarik untuk menjalankan bisnis startup, berbagai faktor ini bisa meningkatkan wawasan Anda dalam memulai bisnis startup yang cerah. Berikut ini adalah ulasannya. 1. Perkembangan Teknologi yang Pesat
JoHCJ. Sektor edutech sedang mengalami tren yang menanjak di Indonesia. Hal ini didorong dengan populasi anak yang mencapai 55 juta orang. Anak-anak masa kini pun sudah mulai melek dengan teknologi. Apalagi seperti di pandemi saat ini. Mau tidak mau mereka lebih dekat dengan penggunaan laptop atau gadget. Maka tidak heran pula pengguna akses terhadap internet dari hari ke hari meningkat. Jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 74% dari total populasi. Sehingga wajar ini peluang yang baik bagi sektor edutech. Anak-anak pun bisa mengakses aplikasi yang dikembangkan oleh penggiat edutech dari mana saja. Industri ini akan semakin berkembang karena teknologi makin maju dan internet makin cepat. Ada dua hal yang bisa dipelajari dari sektor bisnis edutech yaitu business to customer B2C dan business to business B2B. Business to Customer B2C Bisnis ini lebih tertuju kepada pelanggan dengan memberikan tawaran berupa langganan per bulan. Beberapa perusahaan edutech yang memberikan penawaran serupa antara lain seperti Ruangguru dan Zenius. Kedua perusahaan tersebut untuk SD-SMA. Jika menginjak universitas, ada Pahamify. Sebuah aplikasi perusahaan yang menawarkan ujicoba masuk ke universitas secara daring. Bisnis ini akan tetap stabil selama mereka masih didukung penuh oleh investor. Seperti Ruangguru yang didukung oleh GGV Capital, EV Growth, General Atlantic, dan UOB Venture Management. Sedangkan Pahamify didukung oleh Y Combinator Business to Business B2B Jika bisnis kepada konsumen lebih menyasar kepada person, bisnis yang satu ini langsung tertuju kepada sekolah atau universitas. Jadi, perusahaan tersebut bekerja sama dengan universitas atau sekolah. Mereka menawarkan kelas pendidikan daring sebagai solusi mengatasi pandemi. Dua aplikasi yang telah bergerak dalam bidang seperti ini adalah Scola dan Gredu. Pertumbuhan Sektor Edutech Sektor edutech dari kuartal ke kuartal semakin berkembang. Jika pada kuartal pertama tidak begitu baik, hal berbeda terjadi pada kuartal kedua. Penggunaan terhadap edutech justru meningkat. Bahkan, meningkat dengan pesat hingga memasuki kuartal pertama pada tahun 2021. Hal ini disebabkan hadirnya pandemi. Gerak pelajar dan pengajar terbatas sehingga harus memanfaatkan pembelajaran via daring. Ini pun yang dimanfaatkan oleh Ruangguru maupun Pijar dalam memberikan pengajaran via daring. Belum lagi mereka juga mengadakan webinar atau pelatihan yang bisa menambah skill baik pelajar maupun pengajar. Maka, edutech tidak hanya sebagai sebuah alternatif melainkan keharusan bagi mereka untuk mau berkembang. Tantangan dari Sektor Edutech Meskipun banyak keunggulan yang bisa dihadirkan namun jangan salah bahwa ada beberapa kendala yang perlu dihadapi. Di antaranya adalah Konektivitas yang Harus Stabil Mau tidak mau sektor ini bergantung pada kecepatan internet. Meskipun internet telah dimanfaatkan oleh 170 juta masyarakat Indonesia, tetap saja kekhawatiran akan terjadi gap atau tidak stabil koneksi menjadi suatu masalah. Beruntung, sejauh ini pengalaman masalah internet minim hambatan. Selain masalah koneksi, hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana pengguna mudah memahami aplikasi edutech. Tentu saja akan menjadi hal sia-sia apabila pengguna tidak mampu memanfaatkannya dengan baik. Maka, inovasi demi inovasi perlu dilakukan. Inovasi Teknologi ke Generasi Digital Tidak bisa dimungkiri bahwa edutech menyasar pada generasi Z. Ini terlihat bagaimana Ruangguru mengkhususkan pada pelajar antara SD-SMA. Maka B2B lebih dikedepankan. Namun demikian, generasi di atasnya perlu juga diedukasi terutama orang tua pelajar. Sebab, mereka yang juga menjadi pendamping bagi para pelajar. Peluang Sektor Edutech Adakah peluang yang terbuka sehingga mampu menjadi keuntungan dalam bentuk dana? Tentu saja ada. Hal ini bisa dilihat dari pengeluaran yang dilakukan oleh pengguna aplikasi teknologi edukasi. Rata-rata pengeluarannya antara – Kemudian, untuk urusan metode pembayaran, penggunanya lebih cenderung memanfaatkan virtual account. Data pada tahun 2019 menggambarkan bahwa sebanyak 83% memanfaatkan virtual account sebagai metode pembayaran. Meskipun demikian, terjadi penurunan pada tahun 2020 sebesar 9%. Pengguna beralih kepada dompet digital. Adapun pengguna dompet digital untuk sektor ini mencapai 18%. Inilah alasan mengapa sektor edutech bisa menjadi peluang bisnis yang baik. Ketika Anda telah memahami pentingnya bagaimana edutech berkembang dan menjadi pilihan bagi pelanggan, Anda siap menjalankan bisnis. Agar bisnis berkembang, gunakan metode pembayaran yang sesuai dengan preferensi pelanggan. Menerima pembayaran sesuai preferensi pelanggan dapat meningkatkan penjualan bisnis Anda. Dengan Xendit, Anda dapat menerima pembayaran melalui e-wallet, virtual account transfer bank, kartu kredit/debit, gerai retail, dan cicilan tanpa kartu kredit/debit. Daftar sekarang tanpa dikenakan biaya pengaturan dan perawatan, hanya bayar sesuai penggunaan. Cari tahu selengkapnya mengenai Payment Gateway Terbaik di website kami atau segera daftar dan coba demo gratis Xendit sekarang!
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Selama 5 tahun terakhir, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat dari segi pemakaian smartphone. Tentu itu menjadi pertumbuhan yang bagus mengingat pada saat ini era digital juga semakin berkembang disegala penjuru dunia. Akan tetapi sangat disayangkan apabila kita melihat dari sisi penggunaan produk yang dipakai oleh kebanyakan penduduk Indonesia yang merupakan produk luar dan bukan produk bangsa sendiri. Padahal apabila kita memakai produk sendiri, perkembangan teknologi dari segi produksi akan sangat pesatPengiriman smartphone ke Indonesia mencapai 9,4 juta pada kuartal II-2018. Angka ini meningkat 22% dibandingkan kuartal sebelumnya dan meningkat 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu CBCN Indonesia,2018. Berdasarkan permaparan data sebelumnya bisa dilihat bahwa pada tahun 2018 indonesia mengalami pemasukan impor smartphone terbanyak. Dilansir dari data international data corporation IDC menyatakan jika dibandingkan dengan angka penjualan smartphone produksi lokal dan impor pada tahun 2017 smartphone dengan merek Samsung mengalami angka penjualan sebanyak 32% dari seluruh total penjualan smartphone di Indonesia sedangkan advan yang mana adalah produk local hanya mendapat angka penjualan sebanyak 3% dari total penjualan smartphone di Indonesia. Bisa dilihat dari angka tersebut bahwa perbandingan angka penjualan produk smartphone impor dan local berbeda sangat jauh dan dari bisa disimpulkan juga bahwa mayoritas penduduk Indonesia memakai produk jika kita telusuri lebih dalam lagi, Indonesia memiliki banyak orang yang ahli dalam bidang teknologi dan informasi yang bisa dibuktikan dari banyaknya perguruan tinggi yang membuka jurusan teknologi. berdasarkan dari data BAN-PT, ada lebih dari 1500 rumpun teknologi yang dibuka di seluruh universitas di Indonesia. Hal ini menunjukan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam mengembangkan lebih jauh lagi di sektor industri teknologi yang untuk saat ini produk Indonesia masih memiliki angka yang lebih jika dibandingkan dengan angka penjualan produk luar negeri yang memimpin pasar smartphone di Indonesia. Maka dari itu sangat disayangkan apabila potensi bangsa yang begitu besar itu dibuang percuma Sektor produksi teknologi di bangsa kita apabila ditingkatkan lebih jauh lagi dan dikembangkan potensinya bisa menjadi salah satu sumber daya besar bagi Indonesia karena banyak dari penduduk yang potensial dan bahkan memungkinkan bangsa kita menjadi acuan Negara lain di bidang produksi teknologi di Asia Tenggara bahkan bisa bersaing dengan Korea Selatan,Cina dan Amerika Serikat yang pada saat ini ketiga Negara tersebut yang memimpin dalam produksi perangkat keras teknologi. Dalam hal ini pemuda pemudi Indonesia lah yang seharusnya berperan dalam hal produksi tersebut dengan membangun industri teknologi yang berkualitas dan mempunyai mutu yang tinggi supaya dapat menarik perhatian konsumen teknologi dengan cara menciptakan suatu hal yang baru dan berbeda tanpa menyampingkan sisi kualitas dari produk tersebut yang dengan hal itu bangsa kita dapat bersaing dengan produk teknologi asing. Kita para penduduk juga seharusnya bisa berkontribusi dalam pertumbuhan tersebut dengan cara mendukung produksi teknologi yang mana dalam hal ini kita dapat membeli produk local dan selalu bangga dalam memakai produk bangsa supaya kita dapat menjadi Negara yang dari itu kita sebagai bangsa yang memiliki nilai potensial yang cukup besat sepatutnya harus bisa bersaing dengan bangsa lain di seluruh penjuru dunia dan menjadikan Indonesia sebagai Negara yang terdepan bahkan maju dan menjadi pionir dalam perkembangan dan produksi teknologi Lihat Gadget Selengkapnya
– Perkembangan teknologi di era digital yang kian pesat telah membawa berbagai perubahan di masyarakat. Berkat internet yang semakin canggih, informasi dari berbagai belahan dunia pun makin mudah diakses. Sayangnya, kemajuan tersebut belum diimbangi dengan kapasitas pengguna dalam memanfaatkan teknologi. Minimnya literasi digital serta kemampuan dalam memilah dan memilih informasi menjadi salah satu sebab masyarakat mudah terpapar informasi palsu atau salah satu langkah preventif, Kementerian Komunikasi dan Informatika Kemenkominfo menggelar seri webinar literasi digital MakinCakapDigital bertajuk "Kreatif Lestarikan Nilai–Nilai Pancasila di Ruang Digital" pada Rabu 18/8/2021. Kemenkominfo menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang untuk mengisi webinar tersebut, yakni Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru P2G Satriawan Salim dan Dewan Pengawas Produksi Film Negara PFN Rosarita Niken. Kemudian, Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Ahmad Iman Syukri serta perwakilan Kaizen Room Maureen Hitipeuw. Pada kesempatan tersebut, Satriawan Salim mengajak masyarakat untuk semakin kreatif menyemai nilai-nilai Pancasila di ruang digital, terutama dalam mengembangkan digital skill untuk mencapai kemajuan. “Visi pendidikan di Tanah Air adalah mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian. Hal ini bisa terwujud bila para pelajar memiliki pemikiran kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia," ujar Satriawan dalam keterangan resmi yang diterima Rabu 25/8/2021. Sementara itu, Rosarita Niken menjelaskan, Pancasila sebagai dasar negara merupakan sumber dari segala sumber hukum Indonesia, yaitu Pembukaan Undang-Undang Dasar UUD 1945. Untuk itu, lanjut Rosarita, nilai-nilai Pancasila perlu disebarluaskan kepada masyarakat melalui berbagai cara. "Pertama, melalui jalur pendidikan dengan menerapkan kembali mata pelajaran Pancasila di sekolah-sekolah,” jelas Rosarita. Kedua, imbuh Rosarita, melalui jalur budaya, seperti penguatan komunitas ke jalur media sosial medsos dan jaringan kelompok masyarakat komunitas. Selain itu, menurut Rosarita, upaya penanaman nilai Pancasila tak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga masyarakat. Masyarakat dapat memupuk kembali nilai-nilai luhur yang sudah tertanam dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui pendekatan pendidikan agama kepada anak-anak. "Langkah-langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai-nilai nasionalisme, yakni dengan menumbuhkan semangat nasionalisme. Misalnya, mencintai produk dalam negeri, mengamalkan nilai-nilai Pancasila, dan selektif terhadap berbagai informasi, " kesempatan yang sama, Ahmad Iman Syukri memaparkan mengenai budaya digital sebagai prasyarat dalam melakukan transformasi digital. Menurutnya, transformasi digital terkait dengan perubahan pola pikir masyarakat. Masyarakat juga harus mengembangkan pola pikirnya agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ahmad menyebutkan, pengguna internet di Indonesia meningkat tajam. Dari 274 juta penduduk Indonesia, terdapat 167 juta orang yang menggunakan mobile connections dan 202 juta pengguna internet. Sementara, penduduk yang aktif menggunakan medsos sebanyak 170 juta orang. "Karenanya, aktivitas di ruang digital harus mencerminkan nilai-nilai Pancasila yang dimanifestasikan dalam perilaku sehari-hari," jelas Ahmad. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menjadi warganet yang menjunjung nilai Pancasila di dunia digital. "Jadikanlah nilai-nilai Pancasila bukan sekadar pelajaran, melainkan pedoman perilaku dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari, baik di dunia nyata maupun digital," katanya. Pada sesi terakhir, Maureen Hitipeuw mengatakan, dalam mempertahankan nilai-nilai Pancasila di dunia digital diperlukan keamanan digital. Ia mengatakan, keamanan digital bisa diciptakan dengan meningkatkan kemampuan individu dalam mengenali, memolakan, menerapkan, dan menganalisis segala aktivitas digital dalam kehidupan sehari-hari. "Lakukan hal-hal baik ruang digital dengan berbagi berita yang positif. Hormati orang lain, bahkan jika terdapat perbedaan pendapat,” kata Maureen. Kemudian, imbuh Maureen, verifikasi terlebih dahulu berbagai tindakan yang meminta data pribadi secara digital. “Berhati-hatilah terhadap link yang mencurigakan. Jika menjadi korban kebocoran data, segeralah ganti password," paparnya. Untuk diketahui, webinar tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan literasi digital di Jakarta Utara yang diselenggarakan Kemenkominfo. Webinar ini terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar tentang dunia literasi digital. Dalam gelaran selanjutnya, Kemenkominfo mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi dengan mengikuti webinar tersebut melalui akun Instagram Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Gerakan Nasional Literasi Digital, Anda dapat mengikuti akun Instagram siberkreasi.
Home Politik Selasa, 05 Januari 2021 - 1259 WIBloading... Indonesia perlu segera membuat regulasi untuk mengantisipsi perkembangan teknologi otonom baik untuk kebutuhan militer maupun sipil. Foto/pixabay A A A JAKARTA - Teknologi otonom terus berkembang secara eksponensial, baik untuk Autonomous Underwater Vehicles AUVs maupun Autonomous Surface Vehicles ASVs seperti kapal tanpa awak untuk kebutuhan militer . Pada sipil sedang dikembangkan kapal otonom autonomous ships yang akan memengaruhi masa depan dunia ROOTS Research and Operations on Technology & Society ROOTS Riefqi Muna mengatakan situasi ini telah mendorong perdebatan baru soal perlunya membuat regulasi baru. Hal ini penting untuk mengadaptasi cepatnya perkembangan teknologi tersebut. "Teknologi telah berkembang lebih cepat ketimbang keberadaan aturan hukum yang mengatur ya, baik dari sisi hukum militer maupun non-militer seperti UNCLOS 1982," ujarnya kepada SINDOnews, Selasa 5/1/2021. Baca Temuan Drone Bawah Laut Sudah Tiga Kali, Perlu Perhatian Serius Riefqi memandang, inovasi untuk mengatur teknologi baru ini menjadi kebutuhan yang mendesak bagi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki tantangan besar secara militer maupun dari sisi non-militer seperti navigasi dan pelayaran, dan kepentingan maritim lainnya, sehingga perlu segera mengeluarkan regulasi terkait. Secara internasional, Indonesia perlu lebih proaktif untuk terlibat di dalam perumusan norma dan peraturan internasonal terkait perkembangan teknologi otonom laut baik yang di permukaan maupun di dalam laut. Proses pembahasan regulasi tersebut di IMO International Maritime Organisation misalnya, Indonesia harus lebih banyak berperan. Baca Drone Asing Ditemukan di Selayar, Anggota DPR Curiga Milik Dua Negara Ini Begitu juga Indonesia perlu memperkuat keberadaan hukum laut internasional UNCLOS untuk kiranya dapat menjangkau perkembangan teknologi baru seperti teknologi otonom bawah laut yang dapat berfungsi/dikembangkan baik untuk tujuan militer, maupun non-militer. "Pilihan lainnya, untuk regulasi operasi teknologi otonom bawah laut tersebut, bisa juga Indonesia mengajukan pemikiran tersendiri untuk secara khusus PBB memengembangkan mekanisme tersendiri untuk mengaturnya, sehingga kehadiran teknologi baru bawah laut tersebut dapat mendatangkan manfaat lebih banyak, dan tidak menimbulkan persoalan/konflik di kemudiana hari. Sebab kemajuan teknologi tidak bisa dibendung, namun dikembangkan untuk kemaslahatan manusia," pungkasnya. muh teknologi drone bawah laut kapal tanpa awak militer teknologi otonom Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkini More 10 menit yang lalu 15 menit yang lalu 45 menit yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu 2 jam yang lalu
sekarang teknologi berkembang pesat produk indonesia harus